Senin, 13 September 2010

Silaturahmi

Diposting oleh missmayssu di Senin, September 13, 2010

Akhirnya kuhirup juga udara kampungku yang sekian lama hanya dalam angan. Nggak ada yang berubah disini. Kuburan belum pindah,, rumah-rumah penduduk masih belum kena gusur, cuma orang-orang yang dulu aku kenal sudah pada nggak ada. Mbah Yah yang dulu suka aku bantuin nyongkel biji buah asam sudah meninggal, mbah Nan yang suka nyapu halaman rumahku sudah meninggal, mbah Wati yang dulu suka buatin sarapan sambel Ches buat aku juga sudah pergi untuk selama-lamanya.


Hidup memang bagai roda, aku lihat anak-anak kecil bermain sepeda menyusuri jalanan gang yang sudah terpasang paving block dengan rapi, dan tak satupun dari anak-anak itu yang aku kenal, padahal mereka anak-anak teman-teman kecilku dulu. Hanya sebagian anak yang aku kenal dengan menerka-nerka wajah mereka yang kebetulan mirip dengan emak atau bapaknya. Dan tiba-tiba ingatanku langsung tertuju pada orang tua yang satu ini,, Mbah Ok...

Mbah Ok satu-satunya orang tua yang dulu dekat denganku yang kebetulan sampai sekarang masih sehat walafiat. Dahulu, aku dan adik-adikku dititipkan di rumah mbah Ok selagi kedua orang tuaku bekerja. Dan di rumah mbah Ok itulah banyak sekali pelajaran dan pengalaman berharga masa kecil yang aku miliki. Bermain di ladang tebu, menyusuri pamatang sawah, hingga berlari-lari di atas rel kereta api dikejar-kejar pak tani gara-gara teman-temanku mencuri buah semangka mini.

Di tempat mbah Ok aku sering makan nasi jagung dengan lauk Bethithi, Oseng-oseng Pedha dan Jangan Meneer, yang nggak pernah aku temui di rumah ibuku. Dirumah mbah Ok nggak ada piring dari beling, doralex, atau keramik, begitu juga dengan gelasnya. Kami biasa makan dengan piring seng dan gelas plastik yang sudah dekil tanpa menggunakan sendok atau garpu, tapi makan rame-rame bersama anak-anak mbah Ok rasanya sangat nikmat walau dengan lauk sederhana.

Lebaran kemarin aku serbu rumah mbah Ok, siapa tau ada menu nasi jagung lagi, ternyata mbah Ok sekarang menanak nasinya sudah pakai magic com, masaknya juga pakai kompor gas, dan di pojok dapurnya juga sudah berdiri kokoh kulkas dua pintu yang isinya full buah-buahan dan aneka macam minuman kaleng..
Yah,,, anak-anak mbah Ok memang sudah pada sukses, syukurlah...

Tapi rasa kecewaku bisa sedikit terobati, karena aku masih bisa menikmati jagung bakar hasil kebun mbah Ok kali ini. Nggak ada nasi jagung, jagung bakarpun jadi. Thank you mbah Ok.


2 komentar:

Anonim mengatakan...

Emang kampungnya di mana ndok,sp tw satu kampuang..kanbisa pulang sama2

missmayssu on 1:27 AM mengatakan...

di blok Cepu-Bojonegoro pakde,,, baca juga "Tentang Kampungku". Lha,sampeyan kampunya mana?

 

Rindu Kampoengku Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare