Minggu, 05 September 2010

Tentang Kampungku

Diposting oleh missmayssu di Minggu, September 05, 2010

Tinggal beberapa hari lagi akan kuhirup hawa kampung yang sekian lama sudah aku tinggalkan.
Insyaallah...

Terbayang masa kecilku yang gemar merangkai bunga-bunga liar, meronce jali-jali, dan tersesat di kebun tebu hingga sekujur kulit tubuhku penuh dengan goresan-goresan daunnya yang tajam.
Sepertinya, banyak orang yang tidak mengenal kampungku. Mungkin itu dulu, tapi sekarang kampungku mulai menjadi buah bibir di negeri ini, atau bahkan di belahan dunia ini.


Kampungku yang terlihat tandus dan gersang, siapa sangka di dalamnya mengandung sumber deposit minyak bumi terbesar di Indonesia. Terletak di bagian paling barat provinsi Jawa Timur di perbatasan Jawa Tengan dan Jawa Timur dan masuk dalam peta wilayah Blok Cepu. Semenjak zaman penjajahan Belanda, kota kecilku merupakan salah satu kota penting karena kandungan minyak dan hutan jatinya. Dan pada tahun 2005 kampungku mendapat perhatian nasional karena penemuan adanya deposit minyak yang sangat melimpah. Proyek Banyu Urip adalah proyek pertama yang dikembangkan pada masa setelah penandatanganan KKS ('Kontrak Kerja Sama' antara Mobil Cepu Ltd, Ampolex (Cepu) Ltd dan Pertamina EP Cepu yang meliputi wilayah area kontrak Cepu, di area Jawa Tengah dan Jawa Timur pada tanggal 17 September 2005). Diperkirakan memiliki kandungan minyak lebih dari 250 juta barel. Pada masa produksi puncak, lapangan minyak Banyu Urip memiliki desain kapasitas produksi hingga 165 ribu barel minyak per hari. hmmm...keren kan kampungku..

Walaupun kampungku dilindungi oleh pegunungan kapur, kampungku termasuk dalam aliran sungai (DAS) Bengawan Solo, sehingga di musim hujan sering terjadi Rob dari luapan air Bengawan Solo alias... "kebanjiran..."

Di kampungku tidak ada gedung-gedung menjulang tinggi seperti wisma BNI 46 atau Bakrie Tower seperti di Jakarta, tidak ada hotel berbintang, tidak ada Mall atau XXI tempat memanjakan mata kawula muda. Tidak ada Water Boom atau tempat-tempat rekreasi sekaliber Dunia Fantasi layaknya di Ancol. Tapi sebenarnya banyak potensi tempat-tempat wisata yang bagus jika dikelola dengan maksimal oleh pemerintah atau pihak swasta. Seperti wisata Loco di Cepu, wisata ini menyusuri sepanjang hutan jati dengan kereta tua, tentu saja ada pemandu yang siap menjelaskan tentang hutan jati mulai dari pembibitan hingga pengolahan dan kontribusinya untuk alam.
Sobat blogger tidak hanya bisa melihat pohon jati yang berdiri kokoh menantang langit, di kota kecil itu juga tersedia hasil olahan jati menjadi hiasan dan souvenir cantik karya anak-anak kampung dengan kualitas ekspor. Jika sobat blogger tidak sempat mampir ke kota Cepu, bisa mengunjungi Link sahabatku CEMOLEX untuk melihat hasil karyanya.

Selain wisata hutan, ada juga wisata kebun di Agrowisata tembakau di Bojonegoro.
Bojonegoro merupakan penghasil tembakau Virginia terbesar di Indonesia dan telah lama dikenal sebagai tembakau terbaik di dunia. Di Bojonegoro masih banyak tempat-tempat wisata, walaupun pengelolaannya belum maksimal, seperti: "Kahyangan Api", yaitu sumber api yang menyala sepanjang tahun, "Waduk Pacal" dengan pemandangan alamnya yang mempesona, dan lain lain.

Yang membuat aku makin rindu pulang tentu saja makanan-makanan kampung yang menggoda lidah. Setiap hari aku wajib makan semangkok bakso yang mangkal atau yang lewat depan rumah, malam hari bisa meluncur ke warung sate kambing 'Lek Zat' yang rasanya memang lezat..hmmm...yumyyyy... Atau sekali-kali nongkrong di deket palang kereta menikmati lontong tahunya 'Tasno', dan seringnya sih makan nasi pecel gratis di warkop 'Cak Nan',,hehe...maklum sodara sendiri, kalo dibayar suka ditolak!! Ditolak itu kan rasanya sakit sekali,, (Ditolak cinta kali...!!)

Wah...wah... Sudah nggak sabar deh pokoknya, pengen buruan sampai kampung.
Ada yang mau ikut?

Sumber: Wikipedia Cepu, Blora, Padangan, Bojonegoro

9 komentar:

agusdewi on 8:59 AM mengatakan...

Banyak kesan dan cerita,,,kisah dan harapan yg sering terlewatkan,,Selatan Rel berupa puing puing rindu yg tak pernah terajut maniss,,,,,welehhhwelehh,,,, sing penting nasi Pecel my dear aja deehhhh...hgeheheheheh

jitoz on 11:28 PM mengatakan...

hmmm memang dikampung sangat berbeda dengan dikota dikampung semua terasa nyaman hawa sejuk kehidupan lebih tenang dan tentram apalagi yang ditanam buat pagarpun bisa dimakan he he he yang paling penting di pagi hari sarapan sego pecel uenak tenan.Ayo budayakan kembali ke kampung dan buat lapangan kerja manfaatkan potensi alam. semangat saudaraku

rachmant on 8:35 PM mengatakan...

jangan lupa KOPI KOTHOK nya...sampai dengan sekarang taste itu masih tercipta di mulut ini..heemm..dijamin melek sepanjang malam..rokoknya di cethe juga ya..hahahhahaa...bravo my village..

budhe on 5:37 AM mengatakan...

Subbhanallah.... indah sekali senang menikmati ceritanya sangat deskriptif natural dan informatif.
Hwaah.. brati kita tetanggaan ya Jeng ..rmh mertua sy di Kanor BJN biar mlosok tetep slalu dikangenin suasanyanya.

missmayssu on 10:04 PM mengatakan...

@Agus: Sebelah utara Rel ada nasi pecel enak kalo pagi.

@Jitoz: bagaimanapun keadaan kampung kita, pasti ada kerinduan untuk kembali.

@Rachmant: Wah,,,kopi kothok sampai terlupakan...sambil nongkrong di kesunyian malam, kelezatannya melebihi starbucks coffee..kata orang lho..

@Budhe: Terima kasih pujiannya. Saya baru belajar ngeblog kok budhe. Kalo sowan ke Kanor mampir ke rumah saya di kampung ya

piSS-bloGGer on 11:26 PM mengatakan...

wah mantab! izin share ahh!sambil bersenandung! lestari alamku.. lestari desaku,... ku ingat ibuku donegkan cerita, kisah ttg jaya nusantara lama, ttg kataraharja di sana... he he he salam kenal sobat!!

missmayssu on 10:52 PM mengatakan...

Salam kenal juga dari orang Kampung

Anonim mengatakan...

Wah...pantesan kenal ale klampis segala...khas DAS Solo. Saya lahir dan besar di Bojonegoro. Kecil pernah ikut bude di Padangan (di Kuncen dan Kalangan).
Kalau lg pulang, mintanya cuma sayur lodeh terong + tahu Banjarsari + panggang dan ga lupa ale klampis...Salam hangat buat anda.

hestidon on 12:23 PM mengatakan...

Salam juga mbak, sy dulu alumni SDN 3 Cepu..it's very nice blog :)

 

Rindu Kampoengku Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare