Senin, 22 November 2010

Pindang Iga Rindu Kampoengku

Diposting oleh missmayssu di Senin, November 22, 2010

Lebaran Idul Adha kemarin aku harus menelan rasa kecewa, karena tidak bisa pulang kampung seperti tahun-tahun lalu, padahal rasa rindu suasana lebaran di tengah-tengah keluarga begitu dalamnya.

Yah,, beginilah nasib karyawan yang hanya mendapat jatah cuti sangat terbatas. Tak mau berlama-lama menghayal tentang kampoengku, selepas sholat zhuhur aku langsung meluncur ke rumah sahabatku Fay. Di Jakarta aku juga punya keluarga yang baik. Ada Fay, Soffi adiknya, mama dan papanya. Dan berada di tengah-tengah keluarga ini seperti keluarga sendiri saja rasanya. Lebaran kali ini aku menikmati masakan mama Fay yang lezat. Ada sate kambing, ketupat sayur, dan semur daging. Bukan hanya itu, pulangnyapun aku masih dibekali daging buat dimasak di rumah. Terima kasih Fay, Ma...

Rasa rindu akan kampung halaman memang sedikit terobati, tapi masih ada yang mengganjal dihati. Dari pada gelisah mikirin kampung, akhirnya aku masak aja deh daging pemberian dari Fay.
Masakan ini khas banget kampungku. Sedikit meleset nggak apa-apalah, yang penting jadi, hehehe

Bahan:
1. 500 gr Iga Sapi
2. 2 batang daun kedondong ambil yang muda
3. 700 ml air
4. 2 ruas lengkuas keprek
5. 2 lbr daun salam
6. 1 buah tomat iris
7. Cabe rawit secukupnya
8. Asam secukupnya
8. Gula pasir dan garam secukupnya (soalnya lupa, yang penting dipasin aja deh sesuai selera)

Bumbu halus:
1. 10 buah bawang merah
2. 5 siung bawang putih
3. 3 buah cabai merah
4. 1/2 sdt terasi

Cara membuat:
* Rebus iga, masukkan daun salam, lengkuas, gula pasir dan garam juga bumbu halus. Rebus hingga empuk dan bumbu meresap.
* Terakhir masukkan tomat, cabe rawit dan daun kedondong. Angkat.
Dan inilah hasilnya................................


21 komentar:

DenBaGas on 7:09 AM mengatakan...

Salam
Wah kawan, pagi ini saya berkunjung dengan menu Pindang Iga dari kawan Missmayssu... Mantaf

Hmm...memang sedih sih kalo ingat kampung halaman saat2 hari raya atau hari besar lainnya klo ngga bisa pulang palagi bentrok dgn kerjaan dan jatah cuti yg terbatas.. Semangat kawan

Salam kawan

missmayssu on 11:27 AM mengatakan...

Untungnya ada Iga dan sedikit berusaha cari daun kedondong. Lumayanlah buat mengobati rasa rindu.
Terima kasih supportnya ya.
Salam sukses kawan..

N3773H on 6:52 PM mengatakan...

Wah lihat masakannya jadi lapar lagi...
Makasih resepnya ya sob, boleh juga kapan2 nyobain masakan pindang Iga :)
Btw, ada saatnya pasti pulang kampung, memang agak sedikit bersabar sih kalau udah kerja begini ...
Salam..

Langit on 7:57 PM mengatakan...

assalam , salam kenal sahabat,,,

nice blog,,,
hmmm yummi ya masakan pindang iga nya,,:)

FAHMI DINDA on 8:10 PM mengatakan...

berkunjung..........

Inspirasi Kecilku on 7:53 AM mengatakan...

Hai, salam kenal juga.
Thx ya udah berkunjung, semoga ga kapok buat berkunjung lagi. ;-)

Oia, link blog ini udah dipasang di blogku. Cek aja di menu blogroll.
Ditunggu backlinknya ya kawan? :-)

missmayssu on 2:49 PM mengatakan...

@ N7737H: Terima kasih kembali ya.
Memang kalo masih jadi karyawan harus banyak bersabar..hehe

@ Langit: Salam kenal kembali sahabat. Thanks

@ Fahmi Dinda: Terima kasih sudah berkunjung

@ Inspirasi kecilku: Banyak manfaat dengan saling mengunjungi. O ya, nanti saya backlink ya

Putra AJa on 6:04 PM mengatakan...

Sayang..??

Lutfi on 4:05 PM mengatakan...

wah...tampaknya enak dan menggugah selera aja nich....

Fivyolen Qiu on 1:18 PM mengatakan...

salaam kenallll yooooo :)

xx

je on 8:13 AM mengatakan...

kunjungan pagiii......

loh ...kan libur 2 hari to mbakyou...??

oiya...makasih inspirasinya u.pasang tv streaming di blog......aku juga sekarang pasang.....kwekwekwek...

sayur daun dondong...? bojonegoro bwangngeeet.......

istriku janji mau masakin ...belom sempet2

missmayssu on 12:26 AM mengatakan...

@ Putra aja: ???

@ Lutfi: hmmmm...yummiiii

@ Fivyolen Qiu: salam kenal juga yooo

@ Je: istrinya orang Bojonegoro to mas,,. Sayur daun kedondong memang cuma ada disana

Teroris Cinta on 10:39 PM mengatakan...

waduh diriku jadi igt kampung jg neh pgn pulang....kgn sama masakan mama.....

missmayssu on 11:18 PM mengatakan...

Masakan mama pasti paling enak di dunia ya.. hehe, sok atuh.. pulang kampung!

Udiee cii Badudt Ndudd on 6:34 PM mengatakan...

emang dmna kmpung kau mbakyu ?
ajak-ajak ya kalo pulang kampung .
heheheee ;)

ngomng-ngomong itu iga-nya bisa ngalahin buatan Farah Quinn tuh..

missmayssu on 8:50 AM mengatakan...

Kampungku di Cepu-Bojonegoro.
Kapan2 kalo musim banjir tak ajak kesana ya,, hehe..

ntar aku tantang si Farah Quinn deh kalo gitu.. mumpung ada pendukungnya nih..

thanks ya

rezkaocta on 1:07 PM mengatakan...

ada award nih buat mbak...cek d blog ku y
:)

Geafry Necolsen on 11:01 PM mengatakan...

wah.. enak nih, kebetulan aku juga hoby masak.. ijin nyoba resepnya ya.

sekalian aku follow blognya, klo ada waktu mampir sekalian followback :D

missmayssu on 9:15 AM mengatakan...

Makasih ya udah follow, aku juga udah follow back blog Geafry.
Oya, silahkan dicoba resepnya, sukses ya!

Nayara Borato on 1:00 AM mengatakan...

Olá, desculpe invadir seu espaço assim sem avisar. Meu nome é Nayara e cheguei até vc através do Blog Azues. Bom, tanta ousadia minha é para convidar vc pra seguir um blog do meu amigo Fabrício, que eu acho super interessante, a Narroterapia. Sabe como é, né? Quem escreve precisa de outro alguém do outro lado. Além disso, sinceramente gostei do seu comentário e do comentário de outras pessoas. A Narroterapia está se aprimorando, e com os comentários sinceros podemos nos nortear melhor. Divulgar não é tb nenhuma heresia, haja vista que no meio literário isso faz diferença na distribuição de um livro. Muitos autores divulgam seu trabalho até na televisão. Escrever é possível, divulgar é preciso! (rs) Dei uma linda no seu texto, vou continuar passando por aqui...rs





Narroterapia:

Uma terapia pra quem gosta de escrever. Assim é a narroterapia. São narrativas de fatos e sentimentos. Palavras sem nome, tímidas, nunca saíram de dentro, sempre morreram na garganta. Palavras com almas de puta que pelo menos enrubescem como as prostitutas de Doistoéviski, certamente um alívio para o pensamento, o mais arisco dos animais.



Espero que vc aceite meu convite e siga meu blog, será um prazer ver seu rosto ali.

http://narroterapia.blogspot.com/

Anonim mengatakan...

Siiip mbak yu yg cantik

 

Rindu Kampoengku Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare